Kamis, 05 Januari 2017
Cerita Lucu: Anak yang Pandai Menghitung
Di Kelas 1A sedang dimulai pelajaran menghitung. Bu Guru bertanya kepada murid-muridnya,
"Siapa yang bisa berhitung?"
Seorang anak bernama Noel mengangkat tangan.
"Benar kamu bisa berhitung?"
"Bisa Bu. Ayah yang mengajari."
"Baik, coba kita lihat. Setelah tiga, berapa?"
"Empat."
"Bagus. Setelah enam?"
"Tujuh."
"Setelah sembilan?"
"Sepuluh," jawab si noel.
"Bagus sekali. Rupanya ayahmu benar-benar tahu bagaimana mengajar berhitung. Lalu setelah sepuluh?" tanya Bu Guru lagi.
Dengan senyum penuh keyakinan, si Noel menjawab, "Jack, Queen, King, lalu AS."
Di Kelas 1A sedang dimulai pelajaran menghitung. Bu Guru bertanya kepada murid-muridnya,
"Siapa yang bisa berhitung?"
Seorang anak bernama Noel mengangkat tangan.
"Benar kamu bisa berhitung?"
"Bisa Bu. Ayah yang mengajari."
"Baik, coba kita lihat. Setelah tiga, berapa?"
"Empat."
"Bagus. Setelah enam?"
"Tujuh."
"Setelah sembilan?"
"Sepuluh," jawab si noel.
"Bagus sekali. Rupanya ayahmu benar-benar tahu bagaimana mengajar berhitung. Lalu setelah sepuluh?" tanya Bu Guru lagi.
Dengan senyum penuh keyakinan, si Noel menjawab, "Jack, Queen, King, lalu AS."
Cerita Lucu Mukidi: Surga atau Neraka
Bu Guru: “Anak-anak. Siapa yang mau masuk surga?”
Anak-anak: (Dengan serempak) “Sayaa!”
Mukidi: (Lagi duduk di belakang hanya diam saja).
Bu Guru: “Siapa yang mau masuk neraka?”
Anak-anak: “Tidak mauu!”
Mukidi: (Tetap diam saja).
Bu guru: (Mendekat) “Mukidi, kamu mau masuk surga atau neraka?”
Mukidi: “Tidak kedua-duanya Bu Guru.”
Bu Guru: “Kenapa?”
Mukidi: “Habis waktu ayah saya mau meninggal, beliau berpesan. Mukidi, apapun yang terjadi kamu harus masuk TENTARA.
Bu Guru: “Anak-anak. Siapa yang mau masuk surga?”
Anak-anak: (Dengan serempak) “Sayaa!”
Mukidi: (Lagi duduk di belakang hanya diam saja).
Bu Guru: “Siapa yang mau masuk neraka?”
Anak-anak: “Tidak mauu!”
Mukidi: (Tetap diam saja).
Bu guru: (Mendekat) “Mukidi, kamu mau masuk surga atau neraka?”
Mukidi: “Tidak kedua-duanya Bu Guru.”
Bu Guru: “Kenapa?”
Mukidi: “Habis waktu ayah saya mau meninggal, beliau berpesan. Mukidi, apapun yang terjadi kamu harus masuk TENTARA.
Cerita Lucu Mukidi Masukin Sesuatu
Tante: “Muk, pelan2 ya masukinnya.”
Mukidi: “Iya tante, ni juga udah pelan banget,”
Tante: “Di emut dulu yah biar enak di masukinnya?”
Mukidi: “Ohh iya, tante.”
Tante: “Masukinnya jangan meleset ya Muk.”
Mukidi: “Pasti tante, kan Mukidi masih jelas liat lobangnya.”
Tante: “Kalo sudah masuk langsung di tarik ya, jangan lama2 nanti robek.”
Mukidi: “Yaa ampun tante, gak mungkin la robek, kan pelan2.”
Tante: “Kalo udah keluar kasih sama tante yah Muk.”
Mukidi: “Bentar dulu tante ini masih lama.”
Tante: “Cepetan Muk, tante dah gak sabar.”
Mukidi: “Lebay ihh tante, jahit kainnya kan besok, jadi masukin benang ke jarum besok aja ya, nunggu Mukidi pulang kerja.”
Tante: “Jadi dari tadi kamu ngapain?”
Mukidi: “Nih ngerjain yang baca cerita ini, pasti pada ngeres..”
Tante dan Mukidi: (Ketawa terbahak2).
Tante: “Muk, pelan2 ya masukinnya.”
Mukidi: “Iya tante, ni juga udah pelan banget,”
Tante: “Di emut dulu yah biar enak di masukinnya?”
Mukidi: “Ohh iya, tante.”
Tante: “Masukinnya jangan meleset ya Muk.”
Mukidi: “Pasti tante, kan Mukidi masih jelas liat lobangnya.”
Tante: “Kalo sudah masuk langsung di tarik ya, jangan lama2 nanti robek.”
Mukidi: “Yaa ampun tante, gak mungkin la robek, kan pelan2.”
Tante: “Kalo udah keluar kasih sama tante yah Muk.”
Mukidi: “Bentar dulu tante ini masih lama.”
Tante: “Cepetan Muk, tante dah gak sabar.”
Mukidi: “Lebay ihh tante, jahit kainnya kan besok, jadi masukin benang ke jarum besok aja ya, nunggu Mukidi pulang kerja.”
Tante: “Jadi dari tadi kamu ngapain?”
Mukidi: “Nih ngerjain yang baca cerita ini, pasti pada ngeres..”
Tante dan Mukidi: (Ketawa terbahak2).
Cerita Lucu Mukidi di Bohongin
Di supermarket, Mukidi sedang belanja tanpa sadar di ikuti oleh seorang ibu-ibu. Ketika hampir mendekati antrian dikasir,
Ibu: “Nak, maaf kalau tadi ibu ngikutin kamu terus mungkin kamu ngerasa nggak nyaman. Tapi itu karena kamu mirip anak saya yang baru saja meninggal.”
Mukidi: “Oh, ya nggak papa, Bu.”
Ibu: “Ibu punya satu permintaan, boleh?”
Mukidi: “Apa itu bu?”
Ibu: “Ketika ibu pergi, Katakanlah ‘DAH MAMAAH’ Bisa kan?”
Mukidi: “Baiklah Bu.”
(Lalu, si ibu yang didepan pemuda ngasih barang kekasir, dan menatap Mukidi terakhir kalinya).
Mukidi: “Dah Mamaaa! Jadi, Semuanya Berapa?”
Kasir: “Lima ratus ribu.”
Mukidi: “Wah, Kok Mahal amat? Aku kan cuma beli Tissu Toilet.”
Kasir: “Ibu tadi bilang kalau barang belanjaan nya mau di bayar sama Anaknya.”
Di supermarket, Mukidi sedang belanja tanpa sadar di ikuti oleh seorang ibu-ibu. Ketika hampir mendekati antrian dikasir,
Ibu: “Nak, maaf kalau tadi ibu ngikutin kamu terus mungkin kamu ngerasa nggak nyaman. Tapi itu karena kamu mirip anak saya yang baru saja meninggal.”
Mukidi: “Oh, ya nggak papa, Bu.”
Ibu: “Ibu punya satu permintaan, boleh?”
Mukidi: “Apa itu bu?”
Ibu: “Ketika ibu pergi, Katakanlah ‘DAH MAMAAH’ Bisa kan?”
Mukidi: “Baiklah Bu.”
(Lalu, si ibu yang didepan pemuda ngasih barang kekasir, dan menatap Mukidi terakhir kalinya).
Mukidi: “Dah Mamaaa! Jadi, Semuanya Berapa?”
Kasir: “Lima ratus ribu.”
Mukidi: “Wah, Kok Mahal amat? Aku kan cuma beli Tissu Toilet.”
Kasir: “Ibu tadi bilang kalau barang belanjaan nya mau di bayar sama Anaknya.”
Cerita Lucu Mukidi: Beli Tablet
Mukidi yang baru dapat THR berniat membelikan anaknya tablet model terbaru,
Mukidi: “Berapa harga iPad itu mbak? ”
SPG: “5 juta. ”
Mukidi: “Kalau harga iPad 2? ”
SPG: “6 juta. ”
Mukidi: “Kalau Galaxy Tab 1 yang itu? ”
SPG: “3 juta. ”
Mukidi: “Mmmm, yang Galaxy 2? ”
SPG: “Kalau itu 4 juta. ”
Mukidi: “Waaah mahal mahal ya? Ada tablet yang murah ngak mbak? ”
SPG: “Ada, PARAMEK!! Mauuu? Rp. 2.000,- dapat 4 tablet. ”
Mukidi yang baru dapat THR berniat membelikan anaknya tablet model terbaru,
Mukidi: “Berapa harga iPad itu mbak? ”
SPG: “5 juta. ”
Mukidi: “Kalau harga iPad 2? ”
SPG: “6 juta. ”
Mukidi: “Kalau Galaxy Tab 1 yang itu? ”
SPG: “3 juta. ”
Mukidi: “Mmmm, yang Galaxy 2? ”
SPG: “Kalau itu 4 juta. ”
Mukidi: “Waaah mahal mahal ya? Ada tablet yang murah ngak mbak? ”
SPG: “Ada, PARAMEK!! Mauuu? Rp. 2.000,- dapat 4 tablet. ”
Langganan:
Komentar (Atom)